Artikel Terkait

Vitamin B complex
Vitamin B complex

Manfaat Vitamin B Complex untuk Atasi Nyeri Lutut

Allopurinol
Allopurinol

Allopurinol: Obat Penting untuk Pengelolaan Asam Urat dan Gout

Triamcinolone
Triamcinolone

Triamcinolone: Solusi Efektif untuk Peradangan Sendi dan Nyeri Lutut

natrium diklofenak
natrium diklofenak

Natrium Diklofenak: Pengobatan Efektif untuk Nyeri dan Peradangan

asam mefenamat
asam mefenamat

Asam Mefenamat: Obat Pereda Nyeri yang Harus Anda Ketahui

Cataflam
Cataflam

Cataflam: Manfaat, Dosis, dan Penggunaan yang Aman

Piroxicam
Piroxicam

Piroxicam: Obat untuk Nyeri dan Peradangan Sendi

Meloxicam
Meloxicam

Mengenal Meloxicam: Manfaat, Cara Kerja dan Efek Sampingnya!

dexamethasone
dexamethasone

Apa Itu Dexamethasone dan Manfaatnya untuk Peradangan?

methylprednisolone
methylprednisolone

Methylprednisolone untuk Pengobatan Inflamasi dan Nyeri Sendi

MRI vs Arthroscopy untuk Diagnosis Chondromalacia Patella
MRI vs Arthroscopy untuk Diagnosis Chondromalacia Patella

MRI vs Arthroscopy untuk Diagnosis Chondromalacia Patella

plica syndrome
plica syndrome

Apa Itu Plica Syndrome? Ciri dan Cara Mengatasinya

Cari Artikel Lainnya

Lutut Terasa Sakit Saat Berjalan? Waspada, Ini Penyebabnya

August 14, 2022

lutut sakit saat berjalan

Pernah merasa lutut sakit saat berjalan? Bahkan ketika duduk dan ingin berdiri, lutut terasa kaku saat akan diluruskan atau ditekuk. Lalu, apa ya yang bisa menyebabkan nyeri pada lutut ini? Ternyata, banyak faktor yang bisa jadi pemicunya, seperti cedera lutut, kegemukan atau obesitas, maupun radang sendi. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah jangan pernah mengabaikan gejala nyeri lutut yang tak juga membaik, karena bisa menjadi indikasi adanya penyakit tertentu.

Kondisi yang Bisa Sebabkan Nyeri Lutut

Mengutip laman Mayo Clinic, nyeri lutut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, masalah mekanisme pada tubuh, penyakit arthritis, ataupun penyakit lainnya.

Berikut ini adalah penyebab umum dari nyeri lutut yang Anda alami, seperti:

  • Cedera ACL atau Anterior Cruciate Ligament. ACL adalah satu dari empat ligamen yang menghubungkan tulang kering (tibia) dan tulang paha (femur). Biasanya cedera ini terjadi pada orang yang bermain basket, sepak bola atau olahraga lainnya yang memungkinkan terjadinya pergerakan secara tiba-tiba (mendadak) pada kaki.
  • Patah tulang. Tulang lutut, termasuk tempurung lutut (patella) dapat mengalami trauma atau patah akibat terjatuh atau kecelakaan. Selain itu, kondisi tulang juga dapat melemah karena osteoporosis sehingga tulang lebih mudah patah.
  • Bursitis. Cedera lutut juga dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan pada bursa (pelumas dan bantalan di sekitar sendi).
  • Osteoartritis. Salah satu jenis artritis yang paling sering terjadi akibat adanya faktor degeneratif seperti pertambahan usia.
  • Rheumatoid arthritis. Kondisi ini adalah jenis penyakit autoimun yang dapat memengaruhi hampir semua sendi dalam tubuh, termasuk lutut.
  • Gout. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah yang tinggi. Sehingga dapat membentuk kristal seperti jarum pada sendi lutut. Anda bisa merasakan nyeri hebat dengan gejala kemerahan, terasa hangat pada area yang terkena dan bengkak.

Bagaimana Mendiagnosa Nyeri Lutut?

Ada beberapa cara untuk menangani nyeri pada lutut, seperti beristirahat, mengompres lutut dengan bantalan dingin, atau meninggikan lutut saat berbaring. Namun, ada kalanya nyeri bukannya hilang malah lutut bertambah sakit. Jika lutut malah semakin sakit saat berjalan atau ditekuk, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli yang akan membantu pengobatan lebih lanjut.

Ketika berkonsultasi, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan serta gejala nyeri lutut yang Anda alami. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada lutut dan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti Rontgen, CT-Scan, MRI untuk menegakkan diagnosis nyeri.

Biasanya, jika nyeri belum terlalu parah, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan nyeri, seperti parasetamol atau obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Anda juga mungkin disarankan untuk melakukan fisioterapi untuk melatih dan menguatkan otot dan sendi lutut agar lebih stabil saat menggerakannya. Bagi penderita osteoarthritis, menggunakan alat penyangga lutut (knee support) juga dapat meredakan nyeri pada lutut.

Suntik PRP, Teknologi Regeneratif Atasi Nyeri Lutut

Salah satu klinik khusus pengobatan nyeri lutut, Klinik Patella, menggunakan metode pengobatan tanpa operasi yaitu suntik PRP.

Menurut penuturan Prof.dr. Darto Satoto, Sp.AN (K), PRP atau Platelet-Rich Plasma memiliki cara kerja regeneratif untuk membantu mengatasi kerusakan dan penuaan sendi. Terapi ini bekerja dengan mengambil darah sebanyak 8-10cc untuk kemudian melalui proses sentrifugasi dan diambil komponen plasmanya (PRP).

Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan komponen plasma tadi ke sendi lutut. Mengapa PRP baik untuk nyeri lutut? Karena PRP memiliki growth factor (faktor pertumbuhan) dan protein lain yang akan merangsang regenerasi serta perbaikan jaringan. Sehingga, dapat membantu perbaikan jaringan yang rusak dan membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.

PRP bisa diberikan sebanyak tiga kali, satu kali per bulan dan dokter akan melakukan evaluasi selama 6-12 bulan. Fungsi PRP yaitu memperbaiki kerusakan jaringan tulang rawan (kartilago), memperlambat perburukan osteoartritis, serta merangsang pembentukan jaringan tulang rawan baru.

Untuk berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Care Line Officer Klinik Patella pada nomor yang tertera di kontak website. Klinik Patella memiliki dokter ahli yang akan membantu mengatasi nyeri lutut agar tidak semakin memburuk.

Simak video testimonial berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengobatan nyeri lutut dengan suntik PRP.

Artikel Lainnya

Cara Efektif Mengatasi Nyeri Lutut dengan Viskosuplementasi - Patella

Cara Efektif Mengatasi Nyeri Lutut dengan Viskosuplementasi

Fungsi Deker Lutut untuk Cedera Ligamen - Patella

Fungsi Deker Lutut untuk Cedera Ligamen

cedera meniskus yang memerlukan arthroscopy

Ini Dia: Cedera Meniskus yang Memerlukan Arthroscopy!

otot kedutan

Penyebab Otot Kedutan, Berbahayakah?